Sabtu, 23 April 2022

MANAJEMEN KELAS

 Nama : Amaliya Nurdiana 

Nim : 12001207

Kelas : 4 PAI H

Makul : Magang 1

Dosen Pengampu : Farninda Aditya, M.Pd

MANAJEMEN KELAS

Assalamualaikum wr wb

Halo semua,hari ini saya akan membahas hasil bacaan saya tentang Manajemen kelas,mungkin langsung saja kepembahasan dibawah ini.

Manajemen Kelas

Pembahasan kali ini kita akan mempelajari mengenai konsep manajemen kelas, baik yang berkaitan dengan apa itu manajemen kelas, aspek-aspek apa saja yang terdapat didalam manajemen kelas, tujuan manajemen kelas dan hal lainnya yang akan kita bahasa satu persatu disini.

Pada pembahasan pertama kita akan mengetahui pengertian dari kelas terlebih dahulu, yang mana kelas merupakan suatu ruangan yang ada disekolah yang digunakan oleh para siswa untuk melakukan proses pembelajaran dalam rangka untuk menuntut ilmu pengetahuan di sekolah. Rusydie (2011, hal.25) menyatakan bahwa kelas merupakan suatu kelompok manusia yang akan belajar bersama yang mendapat pengajaran dari seoraang guru. Di sebuah sekolah terdapat yang namanya manajemen kelas.

Istilah manajemen digunakan pada hampir setiap bidang, termasuk pendidikan. Dalam dunia pendidikan istlah ini sering kita dengar. Perlu dikeahui bahwasanya manajemen mempunyai pengaruh yang sangat penting bagi terselenggaranya organisasi pendidikan untuk mencapai hasil yang terbaik. Dalam interkasi edukatif manajemen merupakan suatu proses atau usaha yang dilakukan oleh seorang untuk mencapai tujuan.

Manajemen kelas dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (2005, hal. 708) adalah “Manajemen unuk mencapai tujuan pengajaran dikelas” agar kelas teratur, maa perlu dimanage atau perlunya manajemen kelas.

Manajemen kelas merupakan suatu proses perencanaan, pengorgansasian, penggerakkan dan pengawasan kegatan pembelajaran guru dengan segenap penggunaan sumber daya untuk mencapi tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan secara efektif dan efisien.

Jadi manajemen kelas menunjukkan kepada kegiatan-kegiatan yang menciptakan dan mempertahankan kondisi yang optimal bagi terjadinyaproses belajar.

Manajemen kelas bertujuan untuk menciptakan suasana atau kondisi kelas yang memungkinkan siswa dalam kelas tersebut dapat belajar efektif. Selan memiliki tujuan manajemen kelas juga memliki fungsi secara umum yaitu untuk memberi makna pada pembelajaran serta berperan penting bag terciptanya dan terpeliharanya kondisi kelas yang optimal. Adapun beberapa fungsi far manajemen kelas adalah             :

1.    Memberikan dan melengkapi faslitas untuk segala macam tugas

2.    Merencanakan, yakni memikirkan dan menetapkan secara matang arah, tujuan, dan tndakan sekaligus mengkaji berbagai sumber daya dan metode/teknik yang tepat.

3.    Mengorganisaskan, maksudnya adalah menentukan sumber daya dan kegiatan yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan organsasi

4.    Memimpin, yang mana seorang pemimpin harus memliki sifat kepemimpinan dan kepribadian yang dapat menjadi contoh yang baik

5.    Mengendalikan, yaitu memastikan bahwa aktivitas sebenarnya sesuai dengan aktivitas yang direncanakan.

Jadi, dapat dipahami bahwa tujuan manajemen kelas adalah upaya untuk mendayagunakan potensi kelas. Berhubung kelas mempunyai peranan dan fungsi tertentu dalam menunjang keberhasilan proses edukatif, maka hal itu dapat memberikan dorongan dan rangsangan terhadap anak didik untuk belajar, dalam hal ini guru harus mengelola situasi dan suasana kelas dengan sebaik-baiknya. Intinya adalah agar anak dapat bekerja dengan tertib sehingga tercapainya tujuan pengajaran yang efektif dan efisien.

Adapun aspek-aspek yang perlu diperhatikan dalam manajemen kelas adalah mengecek kehadiran sswa, mengumpulkan hasil pekerjaan siswa, memeriksa dan menila hasil pekerjaan tersebut, pendistribusian bahan dan alat, mengumpulkan informasi yang berhubungan dengan siswa, mencata data, pemeliharaan arsip, menyampaikan materi pembelajaran serta memberikan tugas rumah. Sedangkan Dimens dari manajemen kelas adalah dimensi pencegahan, dimensi tindakan, dan dimensi penyembuhan.

Adapun prinsip-prinsip yang terdapat didalam manajemen kelas adalah hangat dan antusias, bervariasi, penekanan pada hal-hal postif serta penanaman disipln diri. Didalam manajemen kelas juga terdapat beberapa pendekatan yaitu pendekatan kekuasaan, pendekatan ancaman, pendekatan kebebasan, serta pendekatan suasana emosi dan hubungan sosial.

Secara umum faktor yang mempengaruhi manajemen kelas dibagi menjadi dua golongan yaitu, faktor intern dan faktor ekstern siswa.” (Djamarah 2006, hal. 184). Faktor intern siswa berhubungan dengan problem emosi, pikiran, dan perilaku. Kepribadian siswa dengan ciri-ciri khasnya masing-masing menyebabkan siswa berbeda dari siswa lainnya sacara individual. Perbedaan sacara individual ini dapat dilihat dari segi aspek yaitu perbedaan biologis, intelektual, dan psikologis.

Faktor ekstern siswa terkait dengan problem suasana lingkungan belajar, penempatan siswa, pengelompokan siswa, tempat duduk siswa, jumlah siswa, dan

sebagainya. Problem jumlah siswa di kelas akan mewarnai dinamika kelas. Semakin banyak jumlah siswa di kelas, misalnya dua puluh orang ke atas akan cenderung lebih mudah terjadi konflik. Sebaliknya semakin sedikit jumlah siswa di kelas cenderung lebih kecil terjadi konflik.Dalam proses belajar mengajar hasil belajar dipengaruhi oleh bermacam-macam faktor, namun secara garis besar faktor-faktor tersebut terbagi menjadi dua, yaitu faktor yang datang dari dalam diri individu siswa dan faktor yang datang dari luar diri siswa. Faktor yang datang dari dalam diri siswa menurut Clark besar sekali pengaruhnya terhadap hasil belajar yang dicapai. Seperti yang dikutipkan oleh Nana Sudjana bahwa “Hasil belajar siswa di madrasah 70% dipengaruhi oleh kemampuan siswa dan 30% dipengaruhi oleh lingkungan” (Sudjana 2002, hal. 39).  Selanjutnya, faktor-faktor yang datang dari luar diri siswa, di antaranya adalah lingkungan dan instrumen belajar termasuk etos para guru dalam melaksanakan tugasnya. Faktor ekstern dari aspek lingkungan ini sangat mempengaruhi hasil belajar siswa, demikian juga dengan faktor instrumen yang terdiri dari kurikulum atau bahan pelajaran, guru, sarana atau fasilitas dan administrasi.

Kondisi belajar yang optimal dicapai jika guru mampu mengatur siswa dan sarana pengajaran serta mengendalikanya dalam situasi yang menyenangkan untuk mencapai tujuan pelajaran. Akan tetapi apabila terdapat kekurang serasian antara tugas, dan sarana atau alat atau terputusnya keinginan dengan keinginan yang lain, antara kebutuhan dan pemenuhanya maka akan terjadi gangguan terhadap proses pembelajaran. Baik gangguan sifat sementara maupun sifat yang serius atau terus menerus, karena itu perlunya guru mengetahui bagaimana cara memanage kelas yang benar.

Mungkin hanya sekian dari bacaan saya mengenai Manajemen peserta didik.Kurang lebih nya saya mohon maaf.

Wassalamualaikum wr wb

Sabtu, 16 April 2022

KARAKTERISTIK PESERTA DIDI

Nama : Amaliya Nurdiana 

Nim : 12001207

Kelas : 4 PAI H

Makul : Magang 1

Dosen Pengampu : Farninda Aditya, M.Pd

KARAKTERISTIK PESERTA DIDIK

Assalamualaikum wr wb

Halo semua,hari ini saya akan membahas hasil bacaan saya tentang karakteristik peserta didik,mungkin langsung saja kepembahasan dibawah ini.

Pengertian Karakteristik Peserta Didik, Apa itu karakteristik peserta didik? Karakteristik berasal dari kata karakter yang berarti ciri, tabiat, watak, dan kebiasaan yang dimiliki oleh seseorang yang sifatnya relatif tetap. Karakteristik peserta didik dapat diartikan keseluruhan pola kelakukan atau kemampuan yang dimiliki peserta didik sebagai hasil dari pembawaan dan lingkungan, sehingga menentukan aktivitasnya dalam mencapai cita-cita atau tujuannya.Informasi terkait karakteristik peserta didik sangat diperlukan untuk kepentingan-kepentingan dalam perancangan pembelajaran.


Hal ini sebagaimana yang dikemukakan oleh Ardhana dalam Asri Budiningsih (2017: 11) karakteristik peserta didik adalah salah satu variabel dalam desain pembelajaran yang biasanya didefinisikan sebagai latar belakang pengalaman yang dimiliki oleh peserta didik termasuk aspek-aspek lain yang ada pada diri mereka seperti kemampuan umum, ekspektasi terhadap pembelajaran dan ciri-ciri jasmani serta emosional siswa yang memberikan dampak terhadap keefektifan belajar. Dari pengertian tersebut dapat disimpulkan bahwa pemahaman atas karakteristik peserta didik dimaksudkan untuk mengenali ciri-ciri dari setiap peserta didik yang nantinya akan menghasilkan berbagai data terkait siapa peserta didik dan sebagai informasi penting yang nantinya dijadikan pijakan dalam menentukan berbagai metode yang optimal guna mencapai keberhasilan kegiatan pembelajaran.

Suatu proses pembelajaran akan dapat berlangsung secara efektif atau tidak, sangat ditentukan oleh seberapa tinggi tingkat pemahaman pendidik tentang karakteristik yang dimiliki peserta didiknya. Pemahaman karakteristik peserta didik sangat menentukan hasil belajar yang akan dicapai, aktivitas yang perlu dilakukan, dan assesmen yang tepat bagi peserta didik. Atas dasar ini sebenarnya karakteristik peserta didik harus menjadi perhatian dan pijakan pendidik dalam melakukan seluruh aktivitas pembelajaran. Karakteristik peserta didik meliputi: etnik, kultural, status sosial, minat, perkembangan kognitif, kemampuan awal, gaya belajar, motivasi, perkembangan emosi, perkembangan sosial, perkembangan moral dan spiritual, dan perkembangan motoric.

Ada beberapa ragam karakteristik peserta didik diantara :

1.     Etnik

Negara Indonesia merupakan negara yang luas wilayahnya dan kaya akan etniknya. Namun berkat perkembangan alat transpotasi yang semakin modern, maka seolah tidak ada batas antar daerah/suku dan juga tidak ada kesulitan menuju daerah lain untuk bersekolah, sehingga dalam sekolah dan kelas tertentu terdapat multi etnik/suku bangsa, seperti dalam satu kelas kadang terdiri dari peserta didik etnik Jawa, Sunda, Madura, Minang, dan Bali, maupun etnik lainnya. Implikasi dari etnik ini, pendidik dalam melakukan proses pembelajaran perlu memperhatikan jenis etnik apa saja yang terdapat dalam kelasnya. Data tentang keberagaman etnis di kelasnya menjadi informasi yang sangat berharga bagi pendidik dalam menyelenggarakan proses pembelajaran. Seorang pendidik yang menghadapi peserta didik hanya satu etnik di kelasnya, tentunya tidak sesulit yang multi etnik. Contoh bu dwi seorang pendidik di kelas 4 Sekolah Dasar yang peserta didiknya terdiri dari etnik Jawa semua atau Sunda semua, tentunya tidak sesulit ketika menghadapi peserta didik dalam satu kelas yang multi etnik. Jika bu dwi melakukan proses pembelajaran dengan peserta didik yang multi etnik maka dalam melakukan interaksi dengan peserta didik di kelas tersebut perlu menggunakan bahasa yang dapat dimengerti oleh semua peserta didiknya. Kemudian ketika memberikan contoh-contoh untuk memperjelas tema yang sedang dibahasnya juga contoh yang dapat dimengerti dan dipahami oleh semua peserta didik yang diajarkan nya.


2.     Kultural

Seperti yang kita bahas pada blog sebelumnya, Meskipun kita telah memiliki jargon Sumpah Pemuda yang mengakui bertumpah darah yang satu tanah air Indonesia, berbangsa yang satu bangsa Indonesia dan menjunjung bahasa persatuan bahasa Indonesia. Namun peserta didik kita sebagai anggota suatu masyarakat memiliki budaya tertentu dan sudah barang tentu menjadi pendukung budaya tersebut. Budaya yang ada di masyarakat kita sangatlah beragam, seperti kesenian, kepercayaan, norma, kebiasaan, dan adat istiadat. Peserta didik yang kita hadapi mungkin berasal dari berbagai daerah yang tentunya memiliki budaya yang berbeda-beda sehingga kelas yang kita hadapi kelas yang multikultural. Implikasi dari aspek kultural dalam proses pembelajaran ini pendidik dapat menerapkan pendidikan multikultural. Atas dasar definisi dan ciri-ciri pendidikan multikultural tersebut di atas, maka pendidik dalam melakukan proses pembelajaran harus mampu mensikapi keberagaman budaya yang ada di sekolahnya dan dikelasnya.


3.     Status Sosial

Peserta didik pada suatu kelas biasanya berasal dari status sosial-ekonomi yang berbeda-beda. Dilihat dari latar belakang pekerjaan orang tua, di kelas kita terdapat peserta didik yang orang tuanya wirausahawan, pegawai negeri, pedagang, petani, dan juga mungkin menjadi buruh. Dilihat dari sisi jabatan orang tua, ada peserta didik yang orang tuanya menjadi pejabat seperti presiden, menteri, gubernur, bupati, camat, kepala desa, kepala kantor atau kepala perusahaan, dan Ketua RT. Disamping itu ada peserta didik yang berasal dari keluarga ekonomi mampu, ada yang berasal dari keluarga yang cukup mampu, dan ada juga peserta didik yang berasal dari keluarga yang kurang mampu. Peserta didik dengan bervariasi status ekonomi dan sosialnya menyatu untuk saling berinteraksi dan saling melakukan proses pembelajaran. Perbedaan ini hendaknya tidak menjadi penghambat dalam melakukan proses pembelajaran. Namun tidak dapat dipungkiri kadang dijumpai status sosial ekonomi ini menjadi penghambat peserta didik dalam belajar secara kelompok. Implikasi dengan adanya variasi status-sosial ekonomi ini pendidik dituntut untuk mampu bertindak adil dan tidak diskriminatif. Contohnya dalam proses pembelajaran pendidik jangan sampai membeda- bedakan atau diskriminatif dalam memberikan pelayanan kepada peserta didiknya, dan juga dalam memberikan tugas-tugas yang sekiranya mampu diselesaikan oleh semua peserta didik dengan latar belakang ekonomi sosial yang sangat beragam.


4.     Minat

Minat adalah sebagai suatu kondisi yang terjadi apabila seseorang melihat ciri-ciri atau arti sementara situasi yang dihubungkan dengan keinginan-keinginan atau kebutuhan-kebutuhannya sendiri. Oleh karena itu apa yang dilihat seseorang sudah tentu akan membangkitkan minatnya sejauh apa yang dilihat itu mempunyai hubungan dengan kepentingan orang tersebut. Atas dasar hal tersebut sebenarnya minat seseorang khususnya minat belajar peserta didik memegang peran yang sangat penting. Sehingga perlu untuk terus ditumbuh kembangkan sesuai dengan minat yang dimiliki seorang peserta didik. Namun sebagaimana kita ketahui bahwa minat belajar peserta didik tidaklah sama, ada peserta didik yang memiliki minat belajarnya tinggi, ada yang sedang, dan bahkan rendah.


Jadi dapat disimpulkan bahwa minat belajar merupakan faktor penting dalam proses pembelajaran, dan perlu untuk selalu ditingkatkan. Implikasinya dalam proses pembelajaran terutama menghadapi tantangan abad 21, pendidik dapat menerapkan berbagai model pembelajaran yang menyenangkan, menantang dan inovatif, menyampaikan tujuan/manfaat mempelajari suatu tema/mata pelajaran, serta menggunakan beragam media pembelajaran.

Mungkin hanya sekian dari bacaan saya mengenai Karakteristik peserta didik.Kurang lebih nya saya mohon maaf.

Wassalamualaikum wr wb

Minggu, 10 April 2022

Kultur Sekolah

 Nama : Amaliya Nurdiana

Nim : 12001207

Kelas : 4 H PAI

Makul : Magang 1

Dosen Pengampu : Farninda Aditya, M.Pd

KULTUR SEKOLAH

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh


Halo semua,Apa kabar ? Semoga selalu dalam keadaan sehat walafiat.


Pada kali ini saya akan membahas suatu yang mungkin tidak asing lagi bagi teman-teman.


Apa itu? Yaa kali ini saya akan membahas pemahaman saya yaitu tentang "Kultur Sekolah". Sebelum masuk kedalam pembahasan apa itu kultur sekolah dan karateristiknya, bagaimana kultur sekolah yang baik serta bagaimana implementasi dari kuktur sekolah tersebut, alangkah baiknya kita terlebih dahulu mengetahui pengertian dari kultur dan sekolah.

Culture, merupakan istilah bahasa asing (Bahasa Inggris)  yang artinya kebudayaan, culture berasal dari kata latin “colere” yang berarti mengolah atau mengerjakan. Colore bisa juga diartikan sebagai mengolah tanah atau bertani. Dari asal arti tersebut yaitu “colere” kemudian “culture” diartikan sebagai segala daya dan kegiatan manusia untuk mengolah dan merubah alam. Dalam Bahasa Indonesia, kata culture diterjemahkan sebagai “kultur”. Yang mana dalam kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) arti kata kultur adalah kebudayaan, adat istiadat, sesuatu yang menjadi suatu kebiasaan yang sulit diubah. Contoh  kultur Barat dan kuktur Timur. Arti lainnya dari kultur adalah pemeliharaan.


Sekolah merupakan suatu wadah untuk berlangsungnya aktifitas kegiatan belajar mengajar. Yang mana belajar dan mengajar tidak hanya dimaknai sebagai kegiatan transfer ilmu pengetahuan dari guru ke siswa. Tetapi kegiatan belajar mengajar itu berbagai macam kegiatan seperti pelatihan seluruh warga sekolah dan patuh terhadap peraturan yang berlaku di sekolah, saling menghormati, membiasakan hidup bersih dan sehat serta memiliki semangat untuk bersenang-senang secara adil dan sejenisnya.


Kultur sekolah merupakan suatu kreatifitas bersama yang menjadi suatu kebiasaan atau budaya yang dibentuk dalam perjalanan panjang sekolah yang dapat dipelajari dan teruji dalam memecahkan kesulitan-kesulitan yang dihadapi sekolah dalam mencetak lulusan yang cerdas, terampil, mandiri dan bernurani. Budaya sekolah dipegang bersama oleh kepala sekolah, guru, staf aministrasi, dan siswa sebagai dasar mereka dalam memahami dan memecahkan berbagai masalah yang muncul di sekolah. Sekolah menjadi wadah utama dalam transmisi budaya antar generasi. Maka dari itu kultur sekolah harus dibiasakan dalam perjalanan panjang sekolah karena sekolah-sekolah yang memiliki kultur yang baik akan mendapat apresiasi dari masyarakat. Ketika sudah mendapat apresiasi dari masyarakat maka ini menjadi suatu yang hal baik, yang mana akan memberikan  impek baik pada sekolah dalam memasarkan sekolah yang unggul dan berkualitas menjadi modal untuk menarik minat masyarakat.


Dengan citra tersebut, maka sekolah-sekolah ini akan mendapat pengakuan dari masyarakat. Para orang tua tidak akan ragu menyekolahkan anak-anaknya ke sekolah-sekolah pilihan yang sudah mendapat kepercayaan tersebut. Kultur sekolah mendukung terciptanya motivasi berprestasi untuk para siswa di sekolah. Sebagai sasaran dan obyek dalam dunia pendidikan, peserta didik diberikan kesempatan yang sama dalam mengasah bakat, minat, keterampilan, (skill), dan pengetahuan yang telah diperoleh selama berada di sekolah.


Setiap peserta didik membawa kulturnya masing-masing dari sekolah sebelumya dan harus disesuaikan dengan keadaan kultur sekolah yang baru. Maka dalam hal ini duperlukan peran warga sekolah yaitu guru dan staf lainnya untuk menciptakan kultur berprestasi agar peserta didik tertarik dan mau terlibat dengan perbaikan mutu sekolah maka komponen sekolah yang sudah sepakat untuk memajukan kultur sekolah. Untuk memajukan kultur sekolah yang baik harus bekerja keras membangkitkan semangat berprestasi untuk para siswa. Khususnya kepala sekolah dan guru, yang berinteraksi secara langsung dengan orang tua dan siswa di sekolah dalam membangun semangat dan mendukung keputusan dari siswa untuk mendalami kemampuan yang mereka miliki. Maka perlu pembimbingan dan kerjasama antara siswa, guru dan orang tua agar memperoleh hasil yang membanggakan.


Didalam kultur sekolah terdiri dari kultur positif dan kultur negatif dimana kuktur sekolah yang positif itu ke  lebih merujuk ke arah yang baik untuk melakukan perubahan dan perbaikan.


Kultur sekolah yang baik haruslah melibatkan seluruh warga sekolah dalam mendukung siswa dalam berprestasi, yang mana budaya sekolah yang baik dapat menumbuhkan dan mendorong semua warga sekolah untuk terus  belajar dan belajar bersama . Dalam hal ini akan berimpek baik, yang mana akan tumbuh rasa menyenangkan dalam belajar, dan menjadikan belajar menjadi suatu kebutuhan bukan lagi keterpaksaan. Maka perlu diketahui pula peran warga sekolah dalam mendukung dan memberikan motivasi bagi siswa-siswi yang memiliki kebutuhan akan prestasi.


Kultur sekolah memberikan andil tersendiri dalam meningkatkan mutu sekolah. Di dalam kultur sekolah terdapat nili-nilai dan keyakinan yang dimiliki oleh sekolah tersebut. Terdapat nilai-nilai yang dikembangkan oleh sekolah dalam mendukung siswa-siswi. Nilai-nilai tersebut diantaranya, nilai berprestasi, nilai kedisiplinan, nilai kebersihan, nilai religi dan nilai pendukung kultur sekolah lainnya. Sedangkan kultur negatif adalah budaya yang  cenderung tidak ingin melakukan perubahan dan takut mengambil risiko terhadap perubahan. Akibatnya kualitas akan menurun.



Budaya sekolah sehat memberikan peluang sekolah dan warga sekolah untuk bekerja secara optimal dan efesien serta memiliki semangat yang tinggi yang mana hal dengan hal ini mampu terus berkembang. Oleh karena itu, budaya sekolah ini perlu dikembangkan. Yang mana pada implementasinya nilai-nilai tersebut tidak muncul begitu saja, melainkan ada usaha untuk membudayakannya kepada para siswa. Nilai-nilai tersebut disosialisasikan terlebih dahulu ke semua warga sekolah. Proses sosialisasi nilai-nilai yang dimiliki oleh sekolah lama kelamaan akan menjadi suatu kebiasaan di dalam kehidupan sekolah dan menjadikannya sebuah kultur yang berperan dalam membangun prestasi siswa.

Sekian hasil bacaan saya,Terimakasih

Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh 

Sabtu, 02 April 2022

Manajemen Sekolah

 Nama : Amaliya Nurdiana

Nim    : 12001207

Kelas  : 4 H PAI

Makul : Magang 1

Dosen Pengampu : Farninda Aditya, M.Pd.

Laporan Hasil Bacaan

Manajemen Sekolah

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Saya Amaliya selaku penulis akan memaparkan pemahaman saya terhadap bahan bacaan tentang “Manajemen Sekolah” sebagai tugas laporan bacaan dari dosen pengampu dari mata kuliah Magang 1 yaitu ibu Faninda Aditya, M.Pd.

Bahan  referensi yang saya baca saya ambil dari kutipan oleh T.Hani Handoko (1995).Yang menjadi bahan bacaan untuk saya memaparkan pemahaman saya tentang bahan bacaan yaitu manajemen sekolah tersebut bersumber dari sumber online : http://antaradeka.blogspot.com/2013/11/makalah-manajemen-sekolah.html?m=1

Tanggapan saya mengenai manajemen sekolah,yang saya pahami setelah membaca adalah bahwa manajemen sekolah adalah suatu usaha-usaha dalam mengawasi serta melakukan suatu penataan dalam kegiatan belajar mengajar guna untuk mengefisienkan sistem belajar.Dalam sebuah manajemen harus ada terciptanya sebuah karakteristik dalam belajar mengajar guna untuk memberikan sebuah karya fisik terhadap pemahaman bagi siswa yang mendengarnya,karakter ini bersifat kemanusiaan yakni baik,sopan ramah juga mengerti satu dengan yang lainnya terhadap pengajar dan mengajar.Manajemen sekolah sangat erat kaitannya terhadap perkembangan suatu lembaga pendidikan yang berperan penting dalam proses pembentukan peserta didik yang sangat berkompeten dan menjadi generasi emas diera pandemi covid-19. Maka dari itu pentingnya memperbaiki dan adanya evaluasi secara berkala terhadap manajemen sekolah.

Mungkin hanya sekian tanggapan dari hasil bacaan saya tentang manajemen sekolah.

Sekian dan Terimakasih 

Wallahulmuwafiq illa aqwamitthariq

Wassalamualaikum Warahmatullah Wabarakatuh


PERANGKAT PEMBELAJARAN

Nama : Amaliya Nurdiana  Nim : 12001207 Kelas : 4 PAI H Makul : Magang 1 Dosen Pengampu : Farninda Aditya, M.Pd PERANGKAT PEMBELAJARAN Assal...